Sudah lama saya tidak menulis di blog lagi, bukan karena minim ide tapi koneksi internet dengan modem saya sedang bermasalah. Jadi dalam beberapa hari saya tidak mengakses blog ini. Emm.. Enaknya nulis apa ya? O iya tentang Manohara aja deh. Maaf kalau menyimpang dari tema blog ini, soalnya hati dan pemikiran saya tergerak untuk menulis ini dan ini juga atas saran dari kawan dekat saya.

Kamis, 23 Juli 2009 pukul 18:00 wib.. Tidak sengaja saya menyimak sebuah acara sinetron di salah satu stasiun televisi swasta, judul sinetronnya Manohara. Hmm.. Apalagi yang mau diperbuat Manohara? Sejujurnya saya sedih melihat Manohara seperti itu.

Manohara Odelia Pinot

Saat Manohara diberitakan dianiaya oleh suaminya Tengku Fachri dari kerajaan Kelantan di Malaysia, emosi saya ikut terpancing dan membenci orang yang tega menganiaya wanita secantik Manohara dan sempat ber

Manohara Odelia Pinot

fikir kalo Tengku Fachri itu orang yang idiot, psycho, dan lain sebagainya. sampai akhirnya Manohara bisa pulang ke Tanah Air lewat Singapura dengan dibantu CIA, kepolisian Singapura, dan Kedubes RI untuk Singapura (katanya). Entah perasaan saya saja atau itu memang fakta, keadaan di tanah air Manohara sangat berbeda. Dia begitu gembira, senang dan lega ya manusiawi lah kan katanya selama ini Manohara dianiaya. Tapi sekarang saya merasa sedikit janggal dengan apa yang dilakukan Manohara. Dia seperti menebar pesona di berbagai acara, baik itu infotainment, acara sandiwara, dan sinetron. Padahal dia sedang menjalani kasus hukum. Lalu timbul pertanyaan pada diri saya, benar gak sih kalo Manohara itu dianiaya? Benar gak sih kalo Manohara itu dimanfaatkan oleh ibunya? Dan masih banyak pertanyaan di benak saya..

Kalau Manohara seperti ini siapa yang salah? Manohara, Fachri, Deasy Fajarina (ibunda Manohara), infotainment (yang sudah memberitakan Manohara yang sebelumnya hanya model biasa dan bukan selebritis sampai akhirnya dia menjadi selebritis), atau siapa? Mungkin Bahadur yang salah (seperti di film Ayat-ayat Cinta). Dan kabar terakhir Manohara menerima gelar kehormatan dari Keraton Surakarta. Saya jadi tambah penasaran, sebenarnya apakah orang-orang memanfaatkan Manohara untuk eksistensi dan materi bagi dirinya dan bukan bagi Manohara? Entahlah hanya mereka-mereka dan tuhan yang tahu.

Manohara, seorang bidadari yang terjerat oleh lingkaran materi dan popularitas sehingga melupakan sesuatu yang sangat dan amat penting bagi hidupnya. Semoga Manohara sadar bahwa apa yang ia perbuat kali ini telah mengubah simpati seseorang menjadi keraguan. Sangat disayangkan..