Ikutan ah nulis tentang film yang sedang booming akhir-akhir ini, yaitu 2012. Tapi mau nulis apaan ya? Ah ngebahas tentang kontroversinya saja.

Menurut ramalan suku Inca pada Piramid Maya di Amerika Selatan tentang the end of the day (baca saja kiamat), bahwa hari akhir itu akan terjadi pada tahun 2012. Benarkah itu? Suku tersebut mempunyai hitungan tanggal tersendiri, berbeda dengan hitungan tanggal Masehi, dan akhir dari kalender Maya adalah 2012 (mungkin ga ada tempat lagi buat nulis hari-hari selanjutnya setelah tahun 2012 kali.. hehehe). Jadi setelah tahun 2012 pada suku Maya akan berulang lagi ke tahun 0001 menurut kalender mereka. Hehehehe… Bisa gitu ya?

Nah yang parah adalah sutradara film 2012 yaitu Roland Emerich yang melebih-lebihkan (lebay) cerita tentang 2012 (20 Desember 2012 tepatnya), supaya dapat menarik penonton. Memang terbukti sukses dan memukau jutaan pasang mata di seluruh dunia dengan efek-efek mahal kelas Hollywood yang membuat film tersebut benar-benar hidup dan seolah-olah nyata. Dan penontonlah yang terpengaruh oleh efek-efek film seperti itu (apalagi penonton yang kampungan – Maaf) dan meyakini film tersebut dibuat berdasarkan realita. Yaelah namanya juga film, jangan dipercaya donk.. Kaya nenek-nenek nonton film India saja.

Jadi setelah menonton film 2012, penonton menjadi percaya bahwa 2012 adalah akhir dari dunia, akhir dari peradaban manusia. Dan dampak itulah yang menggelitik MUI untuk mengeluarkan fatwa haram sehingga film tersebut terancam ditarik (hehehe untung sudah nonton). Nah untuk pengunjung blog yang membaca artikel ini supaya bisa lebih bijak dalam menilai suatu film dan jangan terpengaruh oleh film-film yang berbau kontroversi seperti 2012. Karena film-film tersebut belum tentu sesuai dengan realita. Ingat film lebih lebay dari kenyataannya, biar rame gitu..

Hahahaha… terima kasih dan tulisan ini jangan diambil hati yah.. Karena tulisan ini cuma iseng-iseng mengisi kekosongan kegiatan.