Tidak tahu mengapa akhir-akhir ini saya jenuh dengan situs jejaring sosial yang sedang naik tangga saat ini, Facebook. Entah kenapa, sepertinya pengguna facebook -dari Indonesia- hanya menggunakan facebook sebagai ajang narsis-narsisan, mencari simpati orang lain, menunggu kepedulian orang lain tentang yang terjadi pada dirinya walaupun sebenarnya tidak dalam keadaan yang mengkhawatirkan. Facebook sekarang mungkin hanya sebagai tempat untuk memajang foto-foto, ngerumpi, dan main game.

Sebenarnya harapan saya -jauh dari lubuk hati yang paling dalam- adalah selain bisa sebagai ajang curhat, saya juga mendapatkan pengetahuan/ilmu baru di tiap status yang saya baca dari teman-teman saya. Tapi persentase status yang bermutu dengan status yang tidak penting adalah 25% : 75%. Dan yang lebih mengherankan status yang kurang -bahkan tidak- penting banyak sekali yang peduli dan rela berjam-jam untuk menunggu komentar, bahkan yang lebih aneh lagi jumlah komentarnya ‘wuallah’ banyak banget. Dibanding status yang menuntut orang untuk berfikir kritis dan mengemukakan pendapatnya tentang suatu statement ilmiah. Bahkan bisa dihitung dengan jari jumlah komentatornya, 1,2, atau 3 paling banyak. Dan seringnya tidak ada komentar sama sekali.

Nah itu mungkin curhat saya yang sedang jenuh dengan facebook. Silahkan komentar atau tidak juga tidak apa-apa, dan terima kasih atas perhatian pembaca.🙂