Denger-denger sekarang sedang musim smart phone, lalu banyak juga yang bilang smart phone tersebut memakai sistem operasi Android. Apa sih Android itu? Ok, cekidot.

Android adalah aplikasi untuk telepon seluler (handphone) yang bersifat open source atau bisa kita katakan gratisan karena basisnya dari Linux. Karena sifatnya open source, maka banyak orang (termasuk kita) dapat membuat dan mengubah  aplikasi tertentu dalam Android. Sekarang ini Android dikembangkan oleh OHA (Open Handset Alliance) yang terdiri dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi yang diantaranya adalah Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, Nvidia, dll.

Dan terdapat dua jenis distributor resmi Android di seluruh dunia. Yang pertama adalah GMS (Google Mail Service) dan yang kedua adalah OHD (Open Handset Distributor). Beda dari keduanya adalah hanya dari dukungan dari Google saja, kalau GMS itu mendapat dukungan secara langsung, sedangkan OHD tidak secara langsung.

Smart phone yang pertama kali menggunakan sistem operasi Android adalah Nexus One yang dibuat oleh HTC dan dipatenkan oleh Google pada tahun 2007. Tetapi Nexus One baru dilepas di pasaran sekitar bulan Januari 2010. Dan itulah produk awal dari Android. Untuk lebih jelas mengenai versi-versi Android yang telah dirilis adalah sebagai berikut :

Android Versi 1.1

Dirilis oleh Google pada bulan Maret 2009. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail dan pemberitahuan email.

Android Versi 1.5 (Cupcake)

Hanya selang 1 bulan Google merilis Android 1.5 (Cupcake) dengan SDK (Software Development Kit). Apa itu SDK? SDK adalah sebuah program untuk membangun sebuah software atau aplikasi. Untuk Android SDK (aplikasi pembuat software untuk Android) dapat di-download di developer.android.com/sdk/. Selain itu terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke youtube dan untuk gamber ke Picasa hanya lewat handphone, ditambahkan pula dukungan Bluetooth A2DP, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.

Android Versi 1.6 (Donut)

Versi ini dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN (Virtual Private Network) atau jaringan pribadi. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.

Android Versi 2.0/2.1 (Eclair)

Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.

Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps – aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.

Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs Internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

Android Versi 2.2 (Frozen Yoghurt)

Penambahan fitur-fiturnya yaitu :

  1. Kerangka Aplikasi : Memungkinkan penggunanya untuk menggunakan dan menghapus komponen yang tersedia.
  2. Dalvik Virtual Machine : mesin virtual dioptimalkan untuk perangkat mobile.
  3. Grafik mampu sampai ke 3D berdasarkan pustaka OpenGL.
  4. SQLite : untuk penyimpanan data.

Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware.

Source : id.wikipedia.org/wiki/Android_(sistem_operasi)